Plat Palsu dan Barcode Ganda Terbongkar dalam Sidak BBM Subsidi di Manokwari

Pertamina Patra Niaga bersama Polres dan Dishub Manokwari menggelar sidak SPBU untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi dan menindak penyalahgunaan Solar subsidi/Dok. Pertamina Niaga.

FAKTAPAPUABARAT.ID – PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran melalui pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) lintas sektoral di sejumlah SPBU di Manokwari, Papua Barat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan guna mencegah potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pada kegiatan kali ini, sidak difokuskan di dua titik, yakni SPBU 84.983.02 Wosi dan SPBU 83.983.02 Sowi. Pertamina Patra Niaga menggandeng Kepolisian Resor Manokwari serta Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari untuk memastikan pengawasan berjalan komprehensif dan sesuai aturan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa sidak lintas sektoral merupakan agenda rutin yang dilakukan bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah menjaga agar penyaluran BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Pertamina Patra Niaga secara konsisten melakukan pengawasan bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna memastikan BBM subsidi disalurkan sesuai peruntukannya. Sidak lintas sektoral ini menjadi langkah pencegahan sekaligus penegakan aturan agar tidak terjadi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat,” jelas Ispiani.

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan sejumlah pelanggaran, mulai dari penggunaan pelat nomor palsu atau lebih dari satu pelat kendaraan, pemanfaatan barcode atau QR Code Subsidi Tepat ganda maupun palsu, hingga kendaraan dengan pajak dan pelat nomor yang sudah tidak berlaku.

Ispiani menjelaskan bahwa Program Subsidi Tepat merupakan sistem pengawasan digital berbasis QR Code yang diterapkan dalam penyaluran Solar subsidi agar lebih transparan dan akuntabel.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh ketentuan dalam pembelian BBM subsidi. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, Pertamina Patra Niaga akan melakukan pemblokiran QR Code sebagai langkah awal. Selanjutnya, jika terdapat unsur pidana atau pelanggaran hukum, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk proses penindakan.

Sementara itu, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polresta Manokwari, Inspektur Dua Mochamad Khoiri, mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut pihak kepolisian langsung mengamankan lima unit truk yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kendaraan dengan pelat mati langsung kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan untuk dilakukan penilangan. Sementara truk yang menggunakan pelat palsu dan barcode palsu kami amankan ke Polresta Manokwari untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Khoiri.

Ia berharap kegiatan ini dapat menimbulkan efek jera bagi oknum yang mencoba menyalahgunakan BBM subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

Melalui pengawasan terpadu ini, Pertamina Patra Niaga berharap distribusi BBM subsidi, khususnya Solar, dapat berjalan lebih adil, tepat sasaran, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Papua Barat.[mut]