Ekonomi

BBM Yahukimo Aman, Stok Timika Cukup Meski Sungai Dangkal

BBM Yahukimo Aman, Stok Timika Cukup Meski Sungai Dangkal
BBM Yahukimo

Warga Dekai dan sekitarnya tak perlu cemas soal BBM Yahukimo, sebab Pertamina menjamin pasokan tetap mengalir meski sungai sedang tidak bersahabat. Stok di Fuel Terminal Timika tercatat melimpah dan kiriman susulan sudah berangkat menuju lembaga penyalur.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku memastikan ketersediaan serta keandalan BBM di Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah. Jaminan itu berlaku bagi masyarakat sekaligus sektor strategis. Area Manager Communication, Relations & CSR Ispiani Abbas menyampaikan hal tersebut dalam keterangan di Timika, Kabupaten Mimika, Minggu (18/10). Kabar ini tentu melegakan warga Dekai dan sekitarnya yang bergantung pada pasokan lewat jalur sungai.

Stok BBM Yahukimo Disokong Terminal Timika

Fuel Terminal (FT) Timika menjadi pusat pasokan utama bagi wilayah Yahukimo. Ispiani menyebut stok di terminal tersebut kini tersedia dalam jumlah mencukupi. Data per Sabtu (17/10) mencatat Solar sekitar 3,1 juta liter. Pertalite berada di kisaran 1,3 juta liter, sedangkan minyak tanah mencapai sekitar 800 ribu liter.

Ketiga jenis BBM itu punya peran masing-masing. Solar melayani kendaraan dan mesin diesel, Pertalite menggerakkan kendaraan harian, dan minyak tanah memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Cadangan sebesar itu terasa kontras dengan stok di SPBU Yahukimo yang jumlahnya jauh lebih kecil. Terminal Timika berperan sebagai gudang besar, sedangkan SPBU menjadi garda terdepan yang melayani warga setiap hari. Karena itu, kelancaran jalur distribusi menentukan seberapa cepat stok besar tadi sampai ke tangan pengguna.

"Secara keseluruhan, stok di FT Timika dalam keadaan baik dan sangat mencukupi," ujar Ispiani. Ia menambahkan bahwa "fokus kami adalah memastikan pasokan BBM tersebut dapat terdistribusi secara maksimal dan berkelanjutan." Sasarannya SPBU untuk masyarakat luas dan mitra strategis.

Strategi Kombinasi Menghadapi Sungai Dangkal

Medan Yahukimo memang tidak ramah bagi pengiriman logistik. Cuaca ekstrem membuat sungai yang menjadi jalur utama mengalami pendangkalan. Air sungai juga pasang-surut sehingga kedalamannya berubah dari waktu ke waktu. Kondisi itu memaksa Pertamina Patra Niaga mengambil langkah ekstra agar pasokan ke SPBU tidak terputus.

Perusahaan lalu menerapkan strategi pola suplai kombinasi. Dari Timika, Pertamina memaksimalkan kapal Landing Craft Transport (LCT) atau Self Propelled Oil Barge (SPOB) untuk mengirim BBM. Kapal jenis ini biasanya beroperasi di sungai dangkal. Tahap berikutnya memakai armada longboat milik masyarakat. Longboat itulah yang membawa BBM menuju Dekai dan wilayah Yahukimo lainnya.

Skema estafet ini melibatkan armada milik warga dalam rantai distribusi energi. Pertamina Patra Niaga menyebut upaya pengiriman terus berjalan secara berkelanjutan, meski tantangan alam silih berganti.

Stok SPBU dan Kiriman Susulan ke Yahukimo

Pengiriman terus bergerak tanpa jeda. Per Jumat (16/10), stok Pertalite di SPBU Yahukimo tercatat sekitar 16,4 ribu liter. Stok Solar berada di angka sekitar 19,3 ribu liter.

Kiriman susulan juga sudah meluncur menuju lembaga penyalur. Muatannya terdiri atas 5 ribu liter Pertalite dan 5 ribu liter Solar. Tambahan itu memperkuat persediaan di SPBU Yahukimo.

"Kami terus bekerja keras memperkuat rantai pasok agar stok di SPBU selalu siaga melayani warga," kata Ispiani. Selama pengiriman berlanjut, warga Dekai bisa lebih tenang saat mengisi kendaraan.

Layanan untuk TNI, Polri, PLN, dan Industri

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat lewat SPBU, Pertamina Patra Niaga mendukung operasional sektor vital dan instansi negara di Yahukimo. Daftarnya mencakup TNI, Polri, PLN, serta sektor industri lainnya. Ispiani menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk urusan tersebut.

Penyaluran untuk kelompok ini berpegang pada kesepakatan tertulis dengan masing-masing pihak. "Untuk kebutuhan sektor industri maupun instansi seperti TNI, Polri, dan PLN, Pertamina Patra Niaga senantiasa melayani sesuai dengan volume permintaan serta mekanisme pengiriman yang mengacu pada perjanjian kerja sama (PKS) yang disepakati," kata Ispiani.

Koordinasi bersama instansi dan pemerintah daerah terus berjalan erat. Tujuannya sederhana, yaitu kebutuhan energi Kabupaten Yahukimo terpenuhi dengan lancar. Sinergi ini menjadi penopang penting di tengah medan yang menantang.

Secara garis besar, stok BBM Yahukimo terjaga berkat cadangan besar di Timika dan pola distribusi berlapis lewat sungai. Pertamina Patra Niaga terus mengawal pengiriman agar SPBU tetap siaga. Warga pun bisa berharap pasokan tetap lancar selama cuaca memberi ruang.