Papua Barat

Pelatihan Mocaf Papua Barat Ubah Singkong Jadi Peluang Usaha

Pelatihan Mocaf Papua Barat Ubah Singkong Jadi Peluang Usaha
pelatihan mocaf Papua Barat

Singkong yang selama ini akrab di dapur warga kini punya peluang naik kelas lewat pelatihan mocaf Papua Barat di Manokwari. Kegiatan di Mansinam Beach Hotel pada 15 Oktober 2026 itu menyasar kaum perempuan sebagai penggerak usaha pangan lokal.

Selama ini singkong lebih sering muncul sebagai rebusan atau gorengan di meja makan keluarga. Padahal umbi sederhana ini menyimpan peluang ekonomi yang jauh lebih besar. Syaratnya, pengolahan harus memakai teknologi yang tepat.

Salah satu jalannya adalah tepung mocaf, kependekan dari modified cassava flour. Tepung ini berasal dari singkong yang melewati proses fermentasi, sehingga bisa menjadi alternatif bahan pangan olahan. Bahan bakunya pun pangan lokal yang sudah akrab bagi warga.

Sambutan Gubernur Papua Barat Soroti Potensi Singkong

Derek Ampnir membacakan sambutan Gubernur Papua Barat dalam kegiatan tersebut. Isinya menegaskan bahwa singkong layak naik kelas sebagai pangan lokal. Menurut sambutan itu, singkong bisa menjadi aneka produk bernilai tambah lewat penerapan teknologi yang tepat.

Pemerintah berharap pengembangan komoditas ini mendukung diversifikasi pangan. Dengan begitu, masyarakat tidak menggantungkan diri pada satu jenis bahan pangan saja. Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga di Bumi Cenderawasih.

Pelatihan Mocaf Papua Barat Menyasar Kaum Perempuan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Titi Lidya Wyzer, menjelaskan tujuan pelatihan ini. Ia ingin keterampilan perempuan dalam mengolah pangan lokal terus bertambah. Menurutnya, pengetahuan itu harus bisa mereka manfaatkan secara produktif di lingkungan keluarga maupun kelompok masyarakat.

Peserta mendapat kesempatan mengenal cara mengubah singkong menjadi tepung mocaf. Mereka juga memahami bahwa teknologi pengolahan yang tepat menentukan mutu produk. Dari situ, hasil olahan bisa berkembang lebih jauh.

Secara umum, pembuatan mocaf melewati beberapa tahap. Pengrajin biasanya mengupas, mengiris tipis, lalu memfermentasi singkong. Setelah itu, mereka mengeringkan irisan dan menggilingnya hingga menjadi tepung halus.

Lintas Organisasi Perempuan Ikut Turun Tangan

Pesertanya datang dari berbagai kalangan. TP-PKK Provinsi Papua Barat hadir bersama TP-PKK Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan. Alhasil, pesan pelatihan menjangkau beberapa wilayah sekaligus.

Sejumlah organisasi perempuan turut mengirim wakil. Mereka adalah IPD, Perkumpulan Perempuan Arfak, Maybrat, Binsyowi, BKOW, DWP Papua Barat, IWAPI, WKRI, Perempuan Wamesa dan Perempuan Tabi. Masing-masing organisasi mengutus dua orang peserta.

Keragaman latar belakang itu membuat ilmu mocaf punya banyak pintu masuk. Peserta bisa membawanya pulang ke keluarga, kelompok PKK, organisasi perempuan, atau kelompok usaha masyarakat. Setiap kelompok pun leluasa menyesuaikan produknya dengan kebutuhan setempat.

Peluang Usaha dari Singkong untuk Ekonomi Keluarga

Pengembangan mocaf membuka cara baru memandang singkong. Umbi ini tidak lagi sebatas konsumsi harian. Produk olahan bernilai tambah berpotensi menopang ekonomi keluarga bila peserta mengembangkannya secara berkelanjutan.

Singkong juga termasuk komoditas yang mudah rusak bila warga tidak segera mengolahnya. Karena itu, pengolahan menjadi tepung membantu memperpanjang umur simpan hasil panen. Tepung pun lebih awet dan praktis untuk dijual ketimbang umbi segar.

Penerapan hasil pelatihan juga bisa mendorong lahirnya produk pangan lokal sesuai kebutuhan dan potensi pasar. Artinya, anggota kelompok perempuan punya peluang merintis usaha dari bahan yang dekat dengan keseharian mereka.

Harapan untuk Ketahanan Pangan di Papua Barat

TP-PKK dan organisasi perempuan kini memegang peran penting dalam kegiatan ini. Keduanya berharap bisa aktif mendorong pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Peran itu berangkat dari dapur dan lingkungan terdekat, tempat kebiasaan makan keluarga terbentuk.

Perluasan pemanfaatan singkong membuat ketahanan pangan keluarga di Papua Barat berpeluang makin kuat. Pelatihan mocaf Papua Barat di Manokwari ini baru langkah awal, dan tindak lanjutnya menentukan hasil di lapangan. Jika warga menjaga semangat belajar ini, singkong bisa mengalir dari kebun ke dapur lalu ke pasar sebagai tepung bernilai jual.