FaktaPapuaBarat.id, NASIONAL – Wakil Bupati (Wabup) Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dan suaminya, Maula Akbar, menyatakan siap diperiksa polisi menyusul tragedi yang menewaskan tiga orang dalam acara “Pesta Rakyat” di rangkaian pernikahan mereka. Insiden kerumunan maut itu terjadi di area Pendopo Kabupaten Garut pada Jumat (18/7).
Dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Sabtu (19/7), Putri menegaskan kesiapannya untuk menjalani semua proses hukum yang berlaku.
“Polisi akan memeriksa semuanya, bahkan kalau pun saya diperiksa, saya pasti harus diperiksa,” ujar Putri. “Saya siap bertanggung jawab penuh, kalau ada prosedur-prosedur yang harus dijalani,” tambahnya.
Senada dengan istrinya, Maula Akbar yang merupakan putra politisi Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita mendalam. Ia mengonfirmasi bahwa proses hukum telah berjalan dan pihak wedding organizer (WO) telah diperiksa oleh Polres Garut.
Baca Juga: Jokowi Janji Dukung Penuh PSI, Targetkan Jadi Partai Besar pada 2034
“Tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Garut, dan disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat mengenai apa yang terjadi di lapangan,” kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
Secara terpisah, Dedi Mulyadi juga menyatakan dukungannya terhadap penyelidikan transparan yang dilakukan oleh Polda Jabar. Ia menegaskan bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.
“Enggak ada masalah. Mau anak saya, mau diri saya sendiri kan kalau dipanggil harus datang,” kata Dedi. “Saya dengan lapang dada… bahkan mendukung upaya investigatif atau upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jabar,” tegasnya.
Tragedi ini terjadi saat agenda hiburan dan makan gratis yang menarik kerumunan besar warga. Tiga korban tewas telah diidentifikasi sebagai Bripka Cecep Saeful Bahri (39), seorang anggota Polres Garut, serta dua warga lainnya, Vania Aprilia (8) dan Dewi Jubaeda (61).
(*Red)
