Komite Pemilihan PSSI Papua Barat menetapkan empat calon Ketua Umum pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Manokwari. Keempat nama akan diperebutkan 31 pemilik hak suara dalam kongres pada 7 November 2026 di Kabupaten Manokwari.
Komite Pemilihan PSSI Provinsi Papua Barat resmi menetapkan empat calon Ketua Umum (Ketum) untuk periode 2026–2030. Mereka adalah Markus Jerry Suila, Faisal Kelian, Fransiskus Tanuardus, dan Rowland Heindrich.
Penetapan tersebut menjadi tahapan penting menjelang Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Papua Barat. Kongres dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Kabupaten Manokwari, dengan 31 pemilik hak suara yang berhak menentukan ketua baru. [4][10]
Ketua Komite Pemilihan PSSI Papua Barat, Isak Mansawan, menyatakan keempat nama lolos setelah proses verifikasi dan validasi. Ia menegaskan para calon telah memperoleh mandat untuk dipilih dalam kongres mendatang.
“Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, kita tetapkan empat orang jadi calon Ketua PSSI dalam kongres mendatang. Mereka ini yang mendapat mandat memiliki hak untuk dipilih dalam kongres PSSI,” kata Isak Mansawan, Sabtu (24/10/2026).
Verifikasi Calon Dilakukan Menyeluruh
Sebelum menetapkan keempat calon, Komite Pemilihan memeriksa sejumlah dokumen administrasi. Pemeriksaan mencakup surat keterangan belum pernah dipidana, surat kesehatan, serta surat keterangan dari Pengadilan Negeri.
Isak Mansawan menjelaskan verifikasi tidak hanya berhenti pada kelengkapan berkas calon. Panitia juga menelusuri keabsahan institusi yang memberikan rekomendasi atau dukungan kepada masing-masing kandidat.
Untuk Rowland Heindrich, panitia menugaskan Musa Dalo sebagai perwakilan di Kaimana. Tugasnya memverifikasi dokumen calon di Polres dan Pengadilan Negeri Kaimana.
“Untuk Calon Rowland Heindrich kita memberi mandat ke Musa Dalo perwakilan di Kaimana untuk melakukan verifikasi di Polres dan Pengadilan Negeri Kaimana,” ujar Mansawan.
Verifikasi klub pendukung juga dilakukan terhadap empat entitas. PS Kasuari mendukung Markus Jerry Suila, PS Perseda Pegunungan Arfak merekomendasikan Faisal Kelian, Manokwari FC mengusung Fransiskus Tanuardus, sedangkan Perseka Kaimana mendukung Rowland Heindrich.
Baru Lima Klub Kirim Dokumen Kepengurusan
Komite Pemilihan juga mengirim surat pemberitahuan kepada pemilik hak suara, khususnya 21 klub sepak bola di Papua Barat. Klub diminta mengirimkan akta atau Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk diverifikasi sebelum kongres.
Batas pengiriman dokumen ditetapkan dari 19 hingga 22 Oktober 2026. Namun, hingga tenggat tersebut baru lima dari 21 klub yang mengirimkan akta kepengurusan.
“Kita sudah kirim surat pemberitahuan dengan batas 19 Oktober hingga 22 Oktober, agar para delegasi klub mengirim SK kepengurusan, sampai batas waktu yang kami berikan baru 5 klub dari 21 klub yang mengirim akta kepengurusan,” ujar Mansawan.
Kondisi itu menunjukkan masih ada pekerjaan administrasi yang harus diselesaikan menjelang hari pencoblosan. Komite Pemilihan tetap membuka ruang bagi para kandidat untuk berkampanye secara baik dan jujur kepada pemilik hak suara.
Tidak Ada Banding dari Empat Calon
Komite Banding PSSI Provinsi Papua Barat menyatakan tidak ada sanggahan dari keempat calon selama masa banding 19 hingga 22 Oktober 2026. Ketua Komite Banding, Herzon Abner Korwa, menegaskan proses tersebut telah selesai.
“Empat calon tidak mengajukan banding. Berdasarkan Statuta PSSI Tahun 2025 dan kode pemilihan PSSI Tahun 2026, Pasal 27 dan Pasal 28 serta Pasal 312 dan Pasal 13 dalam kode pemilihan PSSI mencantumkan tugas, wewenang agar menjaga independensi pemilihan PSSI atau Kongres PSSI 2026,” kata Herzon A. Korwa.
Komite Banding menerbitkan SK Nomor 01/KBP-PSSI-PB/X/2026 mengenai tidak adanya banding. Dengan demikian, keempat calon yang ditetapkan Komite Pemilihan dinyatakan sebagai calon tetap.
“Walau proses banding sudah selesai tetapi kami tetap menjaga independensi dalam proses kongres pemilihan Ketua PSSI Papua Barat,” ujar Korwa.
Keempat calon kini resmi memasuki bursa pencalonan Ketum PSSI Papua Barat. Kompetisi tersebut menjadi penentu arah kepengurusan sepak bola provinsi untuk periode 2026–2030, dengan kongres sebagai momentum akhir seluruh proses. [3][5]