Kredit konstruksi OAP Papua Barat resmi terbuka lewat kerja sama Bank Papua dan Dinas PUPR Papua Barat di Manokwari. Pengusaha orang asli Papua kini cukup menyetor Rp100 ribu untuk membuka rekening giro.
Kabar baik datang untuk para kontraktor lokal di Manokwari, sebab pintu permodalan yang selama ini seret mulai terbuka. PT Bank Pembangunan Daerah Papua atau Bank Papua menggandeng Dinas PUPR Papua Barat lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Acara berlangsung di Manokwari pada Jumat, 16 Oktober 2026, antara Bank Papua Kantor Cabang Manokwari dan Dinas PUPR.
Syarat Mudah Kredit Konstruksi OAP Papua Barat
Direktur Operasional Bank Papua, Bertha Affar SE MM, menjelaskan kemudahan pertama ada pada rekening giro. Pengusaha OAP Papua Barat kini cukup menyetor Rp100 ribu untuk membuka rekening tersebut. Sebelumnya, setoran awal minimal mencapai Rp2,5 juta, jadi bebannya turun drastis.
Setelah rekening giro terbuka, pengusaha tinggal melengkapi persyaratan lain di Kantor Cabang Utama Bank Papua di Manokwari. Dari situ, mereka berhak mengajukan uang muka kredit konstruksi sebesar 30 persen dari nilai pekerjaan. Salah satu dokumen wajibnya adalah surat perintah kerja dari Dinas PUPR Papua Barat.
Pengurusan kredit ini bisa dimulai Senin, 19 Oktober 2026, di Bank Papua KCU Manokwari. Pemerintah dan bank mengarahkan kerja sama ini untuk menjangkau 3.581 pengusaha OAP. Ribuan pengusaha itu tergabung dalam 130 asosiasi di seluruh Papua Barat.
Bank Papua Siapkan Petugas untuk Mendampingi Pengusaha
Bertha Affar meminta pengusaha tidak ragu datang langsung ke kantor cabang. Ia menyebut tiga nama yang siap membantu, mulai dari pimpinan KCU hingga staf pendamping. Pesannya terdengar lugas dan menenangkan.
“Jadi bapak-bapak pengusaha orang asli Papua jangan khawatir. Jangan berpikir nanti akan mengalami kesulitan dalam memperoleh pinjaman. Datanglah ke Bank Papua KCU Manokwari. Ada bapak Rony Nikson Wabia sebagai pemimpin KCU, dan Bapak Robert Lemauk, dan ibu Yeni S Rumaropen yang akan membantu,” kata Bertha Affar.
Bank Papua tidak memulai program seperti ini dari nol. Bertha Affar mengingatkan bahwa kerja sama serupa sudah berjalan pada medio 2020. Saat itu, Bank Papua membantu 1.120 pengusaha OAP Papua Barat memperoleh kredit konstruksi.

Gubernur Dominggus Mandacan: Banyak Pemegang SPK Tak Punya Modal
Gubernur Dominggus Mandacan menyebut PKS ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025. Aturan itu terutama membuka akses permodalan bagi pengusaha OAP di Papua Barat.
“Namun, di tengah kesempatan yang semakin terbuka itu, kita juga harus jujur mengakui satu kenyataan di lapangan. Banyak saudara-saudara kita yang telah memegang surat perintah kerja, tetapi belum memiliki modal kerja yang cukup untuk memulai dan menyelesaikan pekerjaan. Mereka memiliki kemauan dan kemampuan, tetapi terhalang oleh keterbatasan agunan dan akses ke perbankan,” tutur Dominggus Mandacan.
Menurut gubernur, keterbatasan modal itu berdampak langsung di lapangan. Pekerjaan berjalan lambat dan mutu hasil tidak optimal. Tidak jarang pengusaha OAP terpaksa bergantung pada pinjaman berbiaya tinggi. Sebagian lain hanya menjadi nama di atas kertas kontrak, sementara pihak lain mengendalikan pekerjaannya.
“Keadaan seperti ini tidak boleh kita biarkan,” tandas Dominggus Mandacan saat penandatanganan PKS.
Harapan Baru bagi Kontraktor OAP di Papua Barat
Bagi pengusaha kecil, angka Rp100 ribu terasa jauh lebih bersahabat dibanding Rp2,5 juta. Selisih itu bisa menentukan apakah seorang kontraktor sanggup mengurus rekening atau menyerah di tengah jalan. Dengan uang muka 30 persen, pemegang surat perintah kerja juga punya napas untuk membeli material dan membayar tenaga kerja.
Dinas PUPR Papua Barat berperan sebagai pintu masuk lewat surat perintah kerja. Dokumen itu menjadi salah satu syarat utama pengajuan kredit. Pengusaha yang sudah memegang SPK sebaiknya segera menyiapkan berkas sebelum layanan dibuka pada Senin.
Pada akhirnya, kredit konstruksi OAP Papua Barat ini menjadi ujian sejauh mana kemudahan di atas kertas sampai ke tangan pengusaha. Syarat ringan, uang muka 30 persen, dan target 3.581 pengusaha menawarkan harapan nyata. Kini giliran para kontraktor asli Papua mendatangi Bank Papua KCU Manokwari dan membuktikan kemampuan mereka.