Setelah menanti lebih dari delapan tahun, warga Kampung Moso di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, akhirnya memiliki Gereja Kemah Injil Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan BIN. Peresmian dilakukan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto pada akhir Oktober 2026 sebagai wujud kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Masyarakat Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, menyambut penuh sukacita berdirinya Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Mickelson Wara Ston. Bangunan rumah ibadah itu menjadi harapan yang sudah mereka idamkan selama lebih dari delapan tahun. Selama periode panjang tersebut, warga menjalankan ibadah dengan fasilitas sangat sederhana dan harus bertahan menghadapi cuaca panas maupun hujan.
Gereja tersebut dibangun secara swadaya oleh Satuan Tugas Teritorial Koops TNI Habema di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III bersama Badan Intelijen Negara. Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto datang langsung ke lokasi menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara untuk meninjau dan meresmikan operasional gereja. Ia didampingi Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Dalam keterangannya, Lucky Avianto menekankan makna pembangunan ini. Pembangunan gereja tersebut tidak sekadar menyediakan fasilitas untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah pelosok Papua, sebagai bagian dari wilayah timur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi TNI, Polri, BIN, dan masyarakat menjadi kunci terwujudnya fasilitas tersebut.
Menurut penjelasan pejabat setempat, gereja di Papua memiliki peran strategis jauh melampaui fungsi ibadah. Tempat ini sering menjadi ruang publik untuk menyelesaikan sengketa adat, konflik antarwarga, hingga persoalan keluarga. Pendeta dan tokoh agama lokal dihormati tinggi sehingga kehadiran rumah ibadah yang layak memperkuat stabilitas sosial di kawasan perbatasan RI-Papua Nugini.
Rangkaian Kegiatan Sosial Bersamaan Peresmian
Selain peresmian, Kogabwilhan III menggelar makan bersama gembira yang diikuti ratusan warga, terutama anak-anak. Kegiatan itu menjadi bagian dari kick-off program Makan Bergizi Gratis yang merupakan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan akan dijalankan Badan Gizi Nasional. Warga juga menerima paket sembako serta pelayanan pengobatan massal gratis.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat memanfaatkan layanan kesehatan. Banyak warga yang jarang mendapat akses pemeriksaan medis datang berbondong-bondong. Sinergi ini mempererat hubungan antara aparat negara dan warga di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau.
Perwakilan pengurus gereja menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Mereka mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto serta jajaran TNI, khususnya Satgas Teritorial Koops TNI Habema, yang berhasil mewujudkan harapan jemaat. Kehadiran berbagai unsur mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pejabat daerah turut memperkuat suasana kebersamaan.
Makna Kehadiran Negara di Wilayah Perbatasan
Kampung Moso terletak di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan infrastruktur dan akses layanan dasar. Pembangunan sarana ibadah menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis TNI dan BIN dalam menjaga kondusivitas wilayah. Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperkuat persatuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Lucky Avianto menambahkan bahwa melalui rangkaian kegiatan sosial tersebut, pihaknya berupaya memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat lewat pembangunan kesejahteraan. Gereja yang baru diresmikan diharapkan menjadi pusat pertumbuhan spiritual sekaligus sarana pelayanan sosial bagi warga sekitar.
Warga setempat menilai kehadiran gereja baru ini tidak hanya memenuhi kebutuhan rohani, tetapi juga menandai perhatian nyata pemerintah pusat terhadap daerah terpencil. Harapan mereka kini terwujud setelah menunggu lama. Kegiatan bakti sosial yang menyertai peresmian semakin mempererat ikatan antara prajurit dan masyarakat.
Dengan berdirinya Gereja Kemah Injil Indonesia di Kampung Moso, pemerintah melalui TNI dan BIN menunjukkan komitmen menjaga hak beribadah setiap warga negara sesuai konstitusi. Fasilitas ini diharapkan terus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar manfaatnya dirasakan lintas generasi di wilayah perbatasan Papua.