Zinedine Zidane mengumumkan skuad 23 pemain Prancis pada 6 November 2026 untuk laga UEFA Nations League melawan Italia dan Turki. Kylian Mbappe kembali dipercaya memimpin Les Bleus.
JAKARTA — Zinedine Zidane resmi mengumumkan skuad Prancis untuk dua laga penentuan UEFA Nations League pada 6 November 2026. Les Bleus akan menjamu Italia di San Siro, Milan, pada 12 November, sebelum menghadapi Turki di Bordeaux pada 15 November 2026.
Kedua pertandingan itu menjadi penentu langkah Prancis menuju babak perempat final Nations League. Zidane menyiapkan 23 pemain, dengan Kylian Mbappe sebagai nama utama di lini serang setelah absen pada jendela internasional September karena cedera lutut kiri.
Mbappe Kembali, Pagis Debut
Kabar paling menarik datang dari Pablo Pagis. Pemain Paris FC berusia 23 tahun itu mendapat panggilan pertama ke timnas senior Prancis. Ia masuk setelah Maghnes Akliouche mengalami cedera betis menjelang pengumuman skuad.
Kehadiran Pagis menambah pilihan Zidane di lini serang. Pelatih asal Prancis itu juga menarik kembali Marcus Thuram dari Inter Milan, Aurelien Tchouameni dari Real Madrid, serta Ibrahima Konate yang kini membela Real Madrid.
Tchouameni menggantikan Manu Kone yang absen karena cedera. Sementara itu, Leny Yoro dari Manchester United dan Malo Gusto dari Chelsea masuk untuk mengisi posisi Jules Kounde serta Maxence Lacroix yang tidak bisa tampil.
Zidane menegaskan bahwa daftar ini baru merupakan skema kedua sejak ia mengambil alih Les Bleus. “Ini baru daftar skuad kedua saya,” ujar Zidane, seperti dikutip Gazzetta dello Sport.
Skuad Prancis Penuh Bintang
Di bawah mistar, Zidane mempercayakan Mike Maignan dari AC Milan, Guillaume Restes dari Toulouse, dan Robin Risser dari Lens. Ketiganya akan bersaing memperoleh tempat sebagai kiper utama Prancis.
Barisan pertahanan diisi Andy Diouf, Malo Gusto, Jeremy Jacquet, Pierre Kalulu, Ibrahima Konate, Adrien Truffert, Dayot Upamecano, dan Leny Yoro. Kombinasi pengalaman serta pemain muda itu menjadi modal penting menghadapi tekanan Italia.
Di tengah lapangan, Prancis memiliki Eduardo Camavinga, Rayan Cherki, Lucas Da Cunha, Adrien Rabiot, Aurelien Tchouameni, dan Warren Zaire-Emery. Kehadiran Tchouameni dinilai memperkuat keseimbangan tim, terutama dalam menghadapi lini tengah Italia yang terkenal disiplin.
Untuk lini depan, Zidane menaruh harapan besar pada Mbappe, Michael Olise, Bradley Barcola, Desire Doue, Marcus Thuram, dan Pablo Pagis. Kombinasi kecepatan, kreativitas, serta ketajaman itu diharapkan mampu menembus pertahanan Azzurri.
Italia Jadi Ujian Pertama
Prancis akan menjalani ujian berat saat berkunjung ke San Siro. Laga melawan Italia pada 12 November 2026 bukan hanya soal poin, tetapi juga momentum bagi Zidane untuk menunjukkan arah timnya.
Enam pemain Prancis yang bermain di Liga Italia ikut masuk daftar. Mereka adalah Mike Maignan dan Adrien Rabiot dari AC Milan, Andy Diouf serta Marcus Thuram dari Inter Milan, Pierre Kalulu dari Juventus, dan Lucas Da Cunha dari Como.
Kondisi itu menambah lapisan menarik dalam duel Prancis versus Italia. Thuram, misalnya, akan kembali ke markas Inter Milan, tetapi kali ini membela Les Bleus di hadapan suporter Nerazzurri.
Italia sendiri dipastikan tidak akan mudah dihadapi. Tim asuhan Gennaro Gattuso dikenal memiliki struktur pertahanan solid dan mampu menekan lawan lewat transisi cepat.
Turki Menanti di Bordeaux
Setelah menghadapi Italia, Prancis akan kembali ke Bordeaux untuk menjamu Turki pada 15 November 2026. Laga di Stade Atlantique itu menjadi kesempatan Les Bleus mengunci tiket perempat final Nations League.
Laporan AFP menyebut Prancis hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak berikutnya. Namun, Zidane tidak ingin timnya bermain defensif sejak awal.
Turki dikenal memiliki generasi pemain muda yang agresif. Mereka mampu menekan tinggi dan berbahaya saat melancarkan serangan balik. Prancis perlu menjaga konsentrasi di lini belakang agar tidak terjebak ritme permainan cepat lawan.
Kembalinya Mbappe, Tchouameni, dan Konate memberi kepercayaan bagi Prancis. Ketiganya diharapkan menghadirkan stabilitas, terutama setelah sejumlah pemain kunci absen karena cedera.
Tantangan Awal Zidane
Zidane kini menghadapi ujian nyata sebagai pelatih timnas Prancis. Daftar cedera yang panjang memaksanya melakukan sejumlah perubahan, tetapi ia tetap mempertahankan beberapa pemain muda yang telah diperkenalkan pada skuad pertamanya.
Guillaume Restes, Andy Diouf, Jeremy Jacquet, Leny Yoro, dan Lucas Da Cunha dipertahankan dalam daftar kali ini. Keputusan itu menunjukkan Zidane ingin membangun tim dengan fondasi pemain muda, tanpa meninggalkan pengalaman pemain senior.
Ousmane Dembele, Maghnes Akliouche, Jules Kounde, Maxence Lacroix, Manu Kone, dan Esteban Lepaul menjadi nama yang absen karena masalah cedera. Kondisi itu membuat kompetisi internal dalam skuad semakin ketat.
Prancis memasuki dua laga terakhir fase grup dengan tekanan besar. Kemenangan atas Italia akan memperkuat posisi Les Bleus, sedangkan hasil positif melawan Turki dapat memastikan mereka melaju ke perempat final Nations League.
Bagi Zidane, dua pertandingan ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa Prancis tetap menjadi kekuatan utama Eropa. Dengan Mbappe kembali dan sejumlah talenta muda siap tampil, Les Bleus memiliki modal kuat untuk menyelesaikan misi tersebut.