Green Policing Papua Barat resmi menyapa warga di Pantai Maruni, Manokwari, Jumat (6/11/2026), lewat kegiatan edukasi kebersihan pesisir. Ditbinmas Polda Papua Barat memimpin acara itu untuk mengajak warga menjaga lingkungan lewat Program 8 Quick Wins Polri.
Green Policing Papua Barat Turun Langsung ke Pesisir
Kegiatan berlangsung di kawasan Pantai Maruni, Kabupaten Manokwari. Ditbinmas Polda Papua Barat menggerakkan acara tersebut, seperti dilaporkan Kabar17, Agara News, dan Berita Terbit. Polda Papua Barat menempatkan program ini sebagai bagian dari implementasi Program 8 Quick Wins Polri.
Warga mendapat edukasi seputar kebersihan kawasan pesisir. Petugas juga menjelaskan cara mengelola sampah secara bertanggung jawab. Selain itu, mereka mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem. Bagi banyak warga pesisir, pesan ini dekat dengan keseharian karena pantai dan laut ada di depan mata.
Pesan Dirbinmas: Rasa Aman Berawal dari Lingkungan Sehat
Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol. Hari S. Sembiring menilai keamanan dan kelestarian lingkungan saling berkaitan. Menurut dia, rasa aman tumbuh dari lingkungan yang bersih, sehat, dan terjaga. "Jika alam kita jaga, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita," ujarnya.
Hari menekankan bahwa urusan lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah atau kepolisian saja. Ia mengajak warga memulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar menjadi langkah paling dekat yang bisa dilakukan semua orang.
Kolaborasi Tokoh Adat hingga Akademisi
Green Policing, menurut Hari, tidak berhenti pada edukasi. Program ini membangun kesadaran bersama lewat kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat, akademisi, dan pemangku kepentingan lain. Polda Papua Barat berharap pendekatan tersebut memperkuat pencegahan kerusakan lingkungan, pencemaran, dan ancaman ekologis.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi payung kegiatan tersebut. Dalam skema itu, warga berperan sebagai mitra, bukan sekadar penonton. Polisi menjaga keamanan dan ketertiban, sementara masyarakat ikut merawat keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini membuat polisi terasa lebih dekat dengan warga di lapangan.
Gerakan Serentak dari Manokwari hingga Balikpapan
Manokwari ternyata tidak sendirian. Pada Jumat yang sama, Polda Kaltim menanam 150 pohon di Kilometer 13, Balikpapan, bersama Kelompok Tani Makmur. Kaltim Post melaporkan Kapolda Irjen Pol Endar Priantoro memimpin langsung penanaman itu.
Endar menyebut Green Policing sebagai program Kapolri yang berjalan rutin, minimal sekali dalam sepekan. Di Kalimantan Barat, Polda setempat juga menanam pohon bersama warga di Kubu Raya. Putra Bhayangkara mencatat kegiatan itu mendukung Program Prioritas 100 Hari Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat.
Kesamaan pola ini menunjukkan Green Policing berjalan sebagai agenda nasional, bukan proyek satu daerah.
Dari Riau ke Skala Nasional
Konsep ini lahir dari Polda Riau, yang mengampanyekan Green Policing sejak 2025. Pada Mei 2026, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mendorong penerapannya secara nasional, menurut pemberitaan RMOL dan Metro TV. Polda Riau sendiri menyebut pendekatan ini mengintegrasikan penegakan hukum, pencegahan, edukasi, dan restorasi lingkungan.
Tantangan: Dari Kegiatan Sesaat ke Kebiasaan
Pengalaman daerah lain memberi pelajaran penting. Kaltim Post mengutip pesan Kapolda Kaltim bahwa penghijauan tidak cukup dengan menanam, tetapi butuh komitmen merawat. Prinsip serupa berlaku bagi Pantai Maruni, karena kebersihan pantai bergantung pada konsistensi warga dan aparat.
Selain itu, publik masih menunggu rincian tindak lanjut, misalnya jadwal kegiatan lanjutan dan jumlah peserta. Laporan awal belum memuat data tersebut. Redaksi akan memperbarui artikel jika Polda Papua Barat merilis informasi tambahan.
Menjaga Pesisir Manokwari Bersama-sama
Green Policing Papua Barat di Pantai Maruni menunjukkan polisi kini ikut turun ke urusan sampah dan pesisir. Polda berharap kepedulian itu tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di Manokwari. Warga punya peran paling nyata, mulai dari rumah sendiri. Kalau pantai bersih, warga sendiri yang paling dulu menikmatinya.