Skateboard terbang Green Goblin kini nyata di Badong, Hubei, China, buatan Song Xingyu (26) dengan bantuan AI. Videonya viral sejak Oktober 2026, ketika ia terbang rendah menyusuri jalan, ngarai, dan Sungai Yangtze.
Song Xingyu tinggal di Badong County, Provinsi Hubei, China. Di media sosial, warganet mengenalnya sebagai Amazing Ayu. Sejak kecil, ia tergila-gila pada Spider-Man dan bercita-cita menghidupkan papan terbang milik Green Goblin, tokoh antagonis dalam film tersebut.
Menurut CNN, Song mempelajari mekanika, kendali penerbangan, dan kecerdasan buatan secara otodidak. IBTimes UK melaporkan pengerjaan mesin eksperimental itu memakan waktu sekitar dua bulan. Setelah itu, ia butuh lebih dari 10 hari untuk belajar mengendalikannya.
Dari Mesin Jet yang Terbakar ke 10 Motor Listrik
Versi pertama memakai lima mesin turbojet, yaitu mesin jet yang menyemburkan gas panas untuk menghasilkan dorongan. Kumparan, yang mengutip China Daily, menyebut dorongan itu cukup mengangkat tiga orang dewasa. Namun, saat semua mesin menyala bersamaan, perangkat tersebut terbakar.
Kegagalan itu mendorong Song mencari jalan lain. Ia memasukkan data hasil uji ke agen AI untuk dianalisis. AI menyarankan ia meninggalkan turbojet dan beralih ke penggerak listrik, konsep yang mirip drone.
Versi kedua memakai 10 unit penggerak listrik tanpa sikat atau brushless, jenis motor yang lazim pada drone besar. Zamin.uz menulis tiap unit menghasilkan dorongan di atas 30 kilogram. Total daya angkatnya, menurut laporan itu, melebihi bobot empat orang dewasa. Angka tersebut bersumber dari penuturan sang inventor, bukan sertifikasi independen.
Berikut ringkasan data yang beredar di berbagai media:
- Waktu pembuatan: sekitar dua bulan
- Latihan terbang: lebih dari 10 hari
- Versi awal: lima turbojet yang terbakar saat uji
- Versi akhir: 10 motor listrik brushless
- Pemantau: dua smartphone dan earphone Bluetooth
Cara AI Menjaga Keseimbangan Sang Penerbang
Menjaga keseimbangan menjadi tantangan paling berat. Gerakan tubuh pengendara langsung memengaruhi kestabilan papan, jelas IBTimes UK.
Song lalu membangun sistem pemantau berbasis AI dengan dua smartphone. Sistem itu menampilkan data penerbangan secara langsung dan memberi panduan posisi tubuhnya. Lewat earphone Bluetooth, ia menerima arahan suara, sehingga matanya tetap menatap jalur di depan. Kumparan menambahkan, ia memasang pengendali kecepatan pada cincin di jarinya.
Song memandang AI sebagai mitra, bukan ancaman. Ia menegaskan, “AI dapat menjadi partner yang membantu kita melampaui batasan kita sendiri”, asalkan dipakai dengan benar. CNN Indonesia mengutip pernyataan itu.
Terbang di Atas Sungai Yangtze dan Ngarai
Saat libur nasional Oktober, Song menggelar demonstrasi di sekitar Badong. Rekaman memperlihatkan ia lepas landas, melayang, lalu mendarat di atas platform buatannya sendiri. Lokasinya mencakup area dekat Sungai Yangtze dan kawasan wisata Sungai Baren. Menurut CNN, ia juga melintasi ngarai sungai.
Warga setempat menyebut, pada 6 Oktober, Song menempuh lebih dari 300 meter selama sekitar dua menit. Angka itu datang dari orang yang menyaksikan demonstrasi, bukan dari pengukuran resmi penerbangan. Karena itu, pembaca sebaiknya memperlakukannya sebagai perkiraan.
Ayu sendiri mengaku ingin terbang lebih tinggi. Namun, ia meminta penonton tidak meniru aksi berbahaya itu.
Seberapa Aman Papan Terbang Ini?
Video yang viral belum menjawab semua pertanyaan teknis. IBTimes UK mencatat daya tahan baterai, sistem darurat, keandalan mekanis, dan perlindungan penumpang masih perlu dikaji. Terbang dekat permukiman atau perairan juga memunculkan persoalan keselamatan penerbangan.
Papan ini tetap berstatus pesawat pribadi eksperimental, bukan produk konsumen. Rekaman yang ada hanya membuktikan alat itu mampu mengangkat pengendara pada ketinggian rendah. Standar sertifikasi komersial belum terpenuhi.
Bagi pembaca di tanah air, kisah ini mengingatkan bahwa belajar mandiri menggunakan AI membuka peluang eksperimen baru. Keselamatan tetap harus nomor satu.
Kisah Song Xingyu menunjukkan bagaimana imajinasi dari layar lebar bisa memicu eksperimen teknik yang nyata. Skateboard terbang Green Goblin buatannya belum siap menjadi alat transportasi. Meski begitu, AI bisa jadi teman kerja yang berguna, selama dipakai dengan benar dan hati-hati.