Papua Barat

PMI Papua Barat 24 Jam Siaga Layani Kebutuhan Darah Warga

PMI Papua Barat 24 Jam Siaga Layani Kebutuhan Darah Warga
PMI Papua Barat 24 jam

Tengah malam atau subuh buta, warga yang butuh kantong darah kini tak perlu cemas karena PMI Papua Barat 24 jam siaga melayani. Wakil Gubernur sekaligus Ketua PMI Papua Barat, Mohamad Lakotani, menegaskan komitmen itu di Manokwari, Sabtu, 17 Oktober 2026.

PMI Papua Barat 24 Jam Siaga di Momen HUT ke-81

Suasana peringatan HUT ke-81 PMI di Manokwari terasa hangat dan penuh semangat. Panitia menggelar acara itu bersama Gebyar Kemanusiaan yang melibatkan pengurus, relawan, dan warga sekitar. Lakotani hadir mewakili Gubernur Papua Barat.

Dalam sambutannya, Lakotani menyebut pelayanan darah sebagai tugas kemanusiaan yang menuntut kesiapsiagaan dan komitmen tinggi. Kebutuhan darah bisa muncul kapan saja, tanpa menunggu jam kerja. Maka PMI wajib siap melayani, baik siang maupun malam.

Ia lalu menekankan kesiapan itu dengan kalimat lugas.

“Jika ada kebutuhan darah, baik di siang hari, pagi hari, sore hari, bahkan di subuh hari, PMI Papua Barat harus siap memberikan pelayanannya,” ucap Lakotani di hadapan peserta.

Menurut Lakotani, kesiapan layanan sepanjang hari menjadi kunci bagi warga yang menghadapi kondisi darurat. Pasien yang butuh transfusi tidak bisa menunggu pagi. Setiap menit sangat berarti bagi mereka.

Kenapa Layanan Darah Tak Boleh Tutup

Di lapangan, kebutuhan transfusi datang dari berbagai kondisi. Korban kecelakaan, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, dan pasien operasi sering memerlukan kantong darah dengan cepat. Penderita penyakit darah tertentu pun membutuhkan transfusi secara berkala. Tenaga medis biasanya berpacu dengan waktu dalam situasi seperti itu.

Stok darah juga tidak bisa ditumpuk sembarangan. Komponen darah punya masa simpan terbatas, dan trombosit termasuk yang paling singkat. Karena itu, PMI perlu menjaga pasokan lewat donor yang rutin. Pendonor yang datang secara teratur membuat stok lebih stabil.

Layanan yang tak mengenal jam tutup tentu meringankan beban warga Manokwari dan sekitarnya. Harapannya, keluarga pasien tidak lagi panik mencari donor di tengah malam. Petugas PMI pun bisa bergerak lebih cepat karena sudah siaga.

Darah dari Pendonor Sukarela Tidak Diperjualbelikan

Lakotani juga meluruskan satu hal penting soal donor darah. Darah dari pendonor sukarela tidak diperjualbelikan. Donor darah merupakan wujud kepedulian untuk membantu sesama. Pendonor tidak memilih siapa penerimanya.

Para pendonor bahkan tidak tahu siapa yang kelak memakai darah mereka. Meski begitu, darah itu diharapkan bisa menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan. Semangat berbagi tanpa pamrih inilah yang menjadi napas gerakan kemanusiaan PMI.

Lakotani mengajak masyarakat ikut donor darah secara sukarela. Ajakan itu sekaligus mendukung keberlanjutan pelayanan kemanusiaan di Papua Barat. Setiap kantong darah yang terkumpul menambah peluang pasien mendapat pertolongan tepat waktu.

Harapan Pemerintah Daerah untuk PMI

Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada kinerja PMI ke depan. Mereka berharap PMI terus meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, PMI perlu memperkuat pendataan pendonor. Ketersediaan darah pun harus terjaga agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pendataan yang rapi membantu PMI mengenali golongan darah yang sedang menipis. Dengan begitu, petugas bisa mengajak pendonor yang tepat sebelum kondisi menjadi genting. Data pendonor yang mutakhir juga memudahkan PMI menjalin komunikasi dengan relawan donor.

Syarat Umum Jadi Pendonor Darah

Warga yang ingin ikut berdonor perlu memahami syarat dasarnya. Umumnya, calon pendonor harus sehat, berusia 17 sampai 60 tahun, dan berat badan minimal 45 kilogram. Jarak antar donor biasanya sekitar dua bulan. Petugas PMI akan memeriksa kondisi tubuh sebelum pengambilan darah.

Sebelum donor, calon pendonor sebaiknya tidur cukup, makan teratur, dan minum air putih. Kondisi tubuh yang prima membuat proses donor berjalan lebih nyaman. Informasi ini bersifat umum, jadi tanyakan langsung kepada petugas PMI atau tenaga kesehatan bila ragu.

Komitmen PMI Papua Barat menyediakan layanan darah sepanjang hari menjadi kabar baik bagi warga. Layanan itu hanya bisa berjalan jika masyarakat rutin menyumbang darah. Dari Manokwari, pesan Lakotani terasa jelas: kesiapsiagaan PMI dan kepedulian warga harus berjalan beriringan demi menyelamatkan nyawa sesama.