Nasional

Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Dibuka, Bantuan hingga Rp30 Juta

Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Dibuka, Bantuan hingga Rp30 Juta
beasiswa riset baznas 2026

Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026 mulai 3 hingga 11 November 2026. Program ini menargetkan 308 penerima manfaat dengan bantuan dana riset mulai Rp4 juta hingga Rp30 juta per proposal.

Pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026 berlangsung hingga pukul 23.59 WIB pada 11 November 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa jenjang D4/S1, S2, dan S3, lembaga atau kelompok riset, serta penulis artikel ilmiah yang membutuhkan biaya publikasi. BAZNAS menyediakan dukungan finansial sekaligus fasilitas mentoring dan workshop penulisan.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Idy Muzayyad menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung riset yang bermanfaat. Baznas berkomitmen mendukung pencapaian Asta Cita Pemerintah serta Sustainable Development Goals (SDGs) demi mengoptimalkan pendayagunaan zakat bagi kemaslahatan umat, ujarnya.

Kategori dan Besaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026

Beasiswa Riset BAZNAS 2026 terbagi dalam beberapa kategori dengan nominal berbeda. Mahasiswa D4 atau S1 dapat menerima bantuan Rp4 juta. Mahasiswa S2 berkesempatan memperoleh Rp7 juta. Sementara mahasiswa S3 berpeluang mendapat Rp10 juta untuk penyelesaian tugas akhir.

Lembaga atau kelompok riset mendapat porsi terbesar dengan bantuan maksimal Rp30 juta per tim. Kategori bantuan biaya publikasi ilmiah atau Article Processing Charge (APC) juga tersedia. Jurnal Sinta 3 mendapat maksimal Rp1 juta, Sinta 2 Rp3 juta, Sinta 1 Rp5 juta, dan jurnal internasional bereputasi hingga Rp12,5 juta.

Selain dana, penerima beasiswa memperoleh fasilitas tambahan. Mereka mengikuti mentoring penulisan bersama tim ahli BAZNAS, workshop ilmiah, kesempatan memaparkan hasil riset, serta peluang penerbitan book chapter. Program ini diharapkan mendorong riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Syarat Umum Pendaftaran Beasiswa Riset

Calon penerima harus berstatus Warga Negara Indonesia dan memiliki KTP yang masih berlaku. Topik riset atau artikel diutamakan sesuai tema prioritas BAZNAS RI. Pendaftar tidak boleh menerima pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama.

Hasil pemeriksaan plagiarisme maksimal 25 persen di luar daftar pustaka. Kelompok riset terdiri atas dua hingga lima orang dengan satu ketua. Semua anggota harus berstatus WNI dan merupakan akademisi atau praktisi aktif.

Informasi resmi dari laman BAZNAS menyebutkan bahwa proposal yang memberikan kemaslahatan bagi umat tetap dipertimbangkan meski di luar tema prioritas. Calon pendaftar diimbau menyiapkan Rencana Anggaran Biaya sesuai pagu bantuan yang tersedia.

Cara Daftar dan Jadwal Beasiswa Riset BAZNAS 2026

Pendaftaran dilakukan sepenuhnya daring. Calon peserta terlebih dahulu mengunduh panduan teknis dan format dokumen persyaratan melalui tautan resmi yang disediakan BAZNAS. Setelah itu, mereka mengisi formulir dan mengunggah berkas sesuai kategori yang dipilih.

Tautan pendaftaran tersedia terpisah untuk mahasiswa D4/S1-S3, mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, lembaga atau kelompok riset, serta kategori bantuan APC. Batas akhir pengiriman berkas adalah 11 November 2026 pukul 23.59 WIB.

Menurut keterangan yang dirilis Antara, program ini menyasar 308 penerima manfaat dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. BAZNAS menekankan pentingnya riset yang mendukung penguatan ekosistem zakat dan pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa dan peneliti yang memenuhi syarat disarankan segera mempersiapkan proposal. Waktu pendaftaran yang relatif singkat menuntut kelengkapan dokumen sejak awal. Program ini menjadi kesempatan nyata bagi generasi muda untuk mengembangkan karya ilmiah yang bermanfaat.

Keberhasilan program Beasiswa Riset BAZNAS 2026 bergantung pada kualitas proposal yang masuk. BAZNAS berharap hasil riset yang didanai mampu memberikan kontribusi konkret bagi pengelolaan zakat dan kesejahteraan umat di Indonesia.