Wakapolda Papua Barat menyambangi SMA Negeri 3 Manokwari untuk memberi edukasi kamtibmas kepada para siswa. Kunjungan tersebut turut membahas bahaya narkoba, ancaman grooming, dan imbauan kesehatan di tengah kabut asap yang melanda Papua Barat.
Kegiatan digelar Selasa (20/10/2026) di aula SMA Negeri 3 Manokwari. Program ini merupakan bagian dari Polisi Peduli Pendidikan yang rutin disambangkan Polda Papua Barat ke sekolah-sekolah. Suasana aula terasa akrab ketika Wakapolda Papua Barat menyapa ratusan siswa yang hadir.
Wakapolda Papua Barat Dorong Siswa SMA Negeri 3 Manokwari Terus Berjuang
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua Barat mengajak siswa SMA Negeri 3 Manokwari untuk terus menuntut ilmu. Ia meminta pelajar memperbanyak doa sekaligus berusaha sungguh-sungguh meraih cita-cita. Semangat pantang menyerah ditekankan agar siswa tidak mudah putus asa menghadapi tantangan.
Para siswa juga didorong mengasah kemampuan diri sejak dini. Bekal tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Wakapolda berharap generasi muda Manokwari mampu bersaing di berbagai bidang.
Edukasi Bijak Teknologi dan Bahaya Grooming bagi Pelajar
Wakapolda Papua Barat turut mengingatkan siswa agar bijak memakai teknologi informasi. Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) disinggung secara khusus dalam arahannya. Siswa diminta memahami manfaat sekaligus risiko sebelum menjadikan AI sebagai rujukan.
Materi lain yang disampaikan berkaitan dengan bahaya grooming. Pelajar diberi pemahaman bahwa grooming merupakan upaya membangun kedekatan untuk memanipulasi anak atau remaja. Tindakan ini berpotensi mengarah pada pelecehan seksual maupun eksploitasi.
Grooming disebut dapat terjadi secara langsung maupun lewat ruang digital. Modusnya kerap muncul lewat WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga permainan daring. Siswa SMA Negeri 3 Manokwari diminta tidak mudah percaya kepada orang asing yang baru dikenal.
Menjaga informasi pribadi juga menjadi pesan penting dalam sesi ini. Siswa diminta segera melapor kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang bila menemukan situasi mencurigakan. Langkah ini diharapkan mampu mencegah korban grooming di kalangan remaja.
Imbauan Kesehatan di Tengah Kabut Asap Papua Barat
Selain soal keamanan, Wakapolda Papua Barat juga menyinggung kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Siswa diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kegiatan di luar rumah juga diminta dibatasi apabila kabut asap semakin pekat.
Edukasi kesehatan turut disampaikan AKP Dr. Kamarul Widyawati, M.Kes., Sp.OG., C.MH. Ia menjelaskan cara memakai masker yang benar, mulai dari mencuci tangan sebelum memakainya. Masker juga wajib diganti bila sudah basah, kotor, atau rusak.
Sejumlah masker turut dibagikan kepada siswa SMA Negeri 3 Manokwari dalam kesempatan tersebut. Pembagian ini menjadi dukungan nyata bagi penerapan perilaku hidup sehat di sekolah. Para siswa terlihat antusias menerima bantuan tersebut.
Bahaya Narkoba Jadi Sorotan Khusus
Bahaya narkotika turut dijelaskan Kompol Agustina Sineri, S.Pd., kepada para siswa. Pengaruh zat tersebut terhadap fungsi otak, kesadaran, hingga suasana hati turut diulas. Risiko ketergantungan dan gangguan kesehatan menjadi perhatian dalam paparan tersebut.
Siswa SMA Negeri 3 Manokwari juga diperkenalkan berbagai jenis narkotika dan zat adiktif. Pencegahan sejak dini disebut menjadi kunci agar remaja terhindar dari bahaya tersebut. Siswa didorong berani menolak ajakan negatif dari lingkungan pergaulan.
Memilih pertemanan yang sehat turut menjadi pesan penting dalam sesi ini. Siswa diminta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dan produktif. Komunikasi terbuka bersama keluarga juga disebut dapat memperkuat benteng dari bahaya narkoba.
Pelajar juga diminta tidak ragu melapor bila menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba. Laporan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti pihak berwenang sesuai aturan berlaku.
Dua Buku Inspiratif untuk Pelajar Manokwari
Dua buku bacaan turut diterima siswa SMA Negeri 3 Manokwari dalam kegiatan tersebut. Buku pertama berjudul Polwan untuk Negeri: Bunga Rampai Pemikiran dan Pengalaman yang Menginspirasi. Buku kedua berjudul Mengungkap Ekologi Kejahatan Narkotika karya Dr. Sulastiana, S.I.P., S.H., M.Si.
Pemberian buku ini diharapkan memperluas wawasan pelajar Manokwari. Budaya membaca di kalangan siswa juga diharapkan semakin tumbuh lewat program tersebut. Harapannya, generasi muda Papua Barat semakin cerdas dan berwawasan luas.
Program Polisi Peduli Pendidikan ini menegaskan komitmen Polda Papua Barat mendampingi pelajar Manokwari. Wakapolda Papua Barat berharap siswa SMA Negeri 3 Manokwari tumbuh unggul secara akademik sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai ancaman, baik di lingkungan pergaulan maupun ruang digital.