Papua Barat

Polda Papua Barat Perkuat Polisi Peduli Pendidikan di Sekolah

Polda Papua Barat Perkuat Polisi Peduli Pendidikan di Sekolah
Polda Papua Barat Perkuat Polisi Peduli Pendidikan di Sekolah <p xss=removed><em><strong>Polda Papua Barat terus menggelar program Polisi Peduli Pendidikan di sejumlah sekolah Manokwari pada Oktober 2026. Kapolda dan Wakapolda hadir langsung memberi moti

Polda Papua Barat terus menggelar program Polisi Peduli Pendidikan di sejumlah sekolah Manokwari pada Oktober 2026. Kapolda dan Wakapolda hadir langsung memberi motivasi serta edukasi bahaya narkoba, kejahatan digital, dan kesehatan kepada pelajar.

Kepolisian Daerah Papua Barat menunjukkan komitmen nyata terhadap generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri mendekatkan diri ke lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter pelajar yang disiplin dan sadar hukum. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare mengunjungi SMA Negeri 2 Manokwari. Di hari yang sama, Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana menyambangi SMA Negeri 3 Manokwari.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan sebagian wilayah Papua Barat. Kapolda menyerahkan masker secara simbolis kepada siswa agar mereka tetap menjaga kesehatan selama belajar. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan fokus pada masa depan. Sementara itu, Wakapolda memberikan materi tentang bahaya narkotika, kewaspadaan terhadap praktik grooming di ruang digital, serta cara melindungi diri di lingkungan pergaulan.

Edukasi Bahaya Narkoba dan Kejahatan Digital

Materi yang disampaikan mencakup pengaruh narkoba terhadap fungsi otak, daya ingat, suasana hati, hingga risiko ketergantungan. Para pelajar juga dikenalkan berbagai jenis zat adiktif dan pentingnya menolak ajakan negatif sejak dini. Wakapolda mengingatkan agar siswa menggunakan waktu untuk belajar, berolahraga, dan mengikuti kegiatan positif.

Selain itu, perhatian diberikan pada ancaman kejahatan digital. Grooming dan perundungan di media sosial menjadi isu yang perlu diwaspadai. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Papua Barat berharap pelajar mampu menjaga diri baik di dunia nyata maupun virtual. Buku bacaan berjudul Polwan untuk Negeri serta Mengungkap Ekologi Kejahatan Narkotika dibagikan kepada siswa sebagai bahan bacaan tambahan.

Kegiatan serupa dilanjutkan pada Selasa, 27 Oktober 2026 di SMK Negeri 1 Manokwari. Wakapolda kembali hadir bersama Direktur Binmas Polda Papua Barat Kombes Pol. Hari Sembiring. Mereka menekankan bahaya penyalahgunaan narkoba, rokok elektronik yang mengandung zat terlarang, dan perjudian daring. Pelajar diminta berani menolak ajakan negatif serta membantu teman yang mengalami ketergantungan agar segera mendapatkan penanganan profesional.

“Gunakan waktu dengan belajar, berolahraga, dan mengikuti kegiatan keagamaan supaya bisa hindari pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba,” ujar Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana di Manokwari.

Sinergi Polri dan Sekolah untuk Generasi Muda

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud keterlibatan Polri dalam mendukung pendidikan. Tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kemitraan dengan sekolah dan keluarga. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Program Polisi Peduli Pendidikan juga digelar di tingkat polres. Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar memimpin apel di SMKN 1 Bintuni. Ia mengajak pelajar menaati aturan, menghormati guru, serta menanamkan rasa tanggung jawab. Kegiatan semacam ini memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan di seluruh wilayah Papua Barat.

Menurut data dan laporan resmi Humas Polda Papua Barat serta pemberitaan media nasional, program ini sejalan dengan Quick Wins Kapolri yang menitikberatkan pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba dan perilaku berisiko di kalangan remaja. Kehadiran pimpinan Polda di sekolah-sekolah menjadi pesan kuat bahwa Polri hadir sebagai mitra, bukan sekadar penegak hukum.

Pelajar diingatkan bahwa sekolah adalah tempat menuntut ilmu dan membangun masa depan. Bukan tempat untuk terlibat kenakalan atau perundungan. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat, program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak institusi pendidikan di Papua Barat.

Polda Papua Barat menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah pelajar. Edukasi berkesinambungan menjadi investasi jangka panjang agar generasi muda tumbuh cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui Polisi Peduli Pendidikan, hubungan antara polisi dan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, semakin dekat dan saling mendukung.